Home » Keperawatan » KEBUTUHAN DASAR MANUSIA menurut ABRAHAM MASLOW

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA menurut ABRAHAM MASLOW

Kebutuhan dasar manusia
merupakan unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh manusia
dalam mempertahankan
keseimbangan fisiologi
maupun psikologis.
Faktor – faktor yang
mempengaruhi kebutuhan
dasar manusia
1. Penyakit
Jika dalam keadaan sakit
maka beberapa fungsi organ
tubuh memerlukan
pemenuhan kebutuhan lebih
besar dari biasanya.
2. Hubungan keluarga
Hubungan keluarga yang baik
dapat meningkatkan
pemenuhan kebutuhan dasar
karena adanya saling percaya.
3. Konsep diri
Konsep diri yang positif,
memberikan makna dan
keutuhan bagi seseorang.
Konsep diri yang sehat
memberikan perasaan yang
positif terhadap diri. Orang
yang merasa positif tentang
dirinya akan mudah berubah,
mudah mengenali kebutuhan
dan mengembangkan cara
hidup yang sehat sehingga
lebih mudah memenuhi
kebutuhan dasarnya
4. Tahap perkembangan
Setiap tahap perkembangan,
manusia mempunyai
kebutuhan yang berbeda,
baik kebutuhan biologis,
psikologis, sosial, maupun
spiritual.
Kebutuhan dasar manusia
menurut Abraham Maslow
Abraham Maslow dilahirkan
di Brooklyn, New York, pada
tahun 1908 dan wafat pada
tahun 1970 dalam usia 62
tahun. Abraham Maslow
dikenal sebagai pelopor
aliran psikologi humanistik.
Maslow percaya bahwa
manusia tergerak untuk
memahami dan menerima
dirinya sebisa mungkin.
Teorinya yang sangat
terkenal sampai dengan hari
ini adalah teori tentang
Hierarchy of Needs (Hirarki
Kebutuhan).
Menurut Maslow, manusia
termotivasi untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhan
hidupnya. Kebutuhan-
kebutuhan tersebut memiliki
tingkatan atau hirarki, mulai
dari yang paling rendah
(bersifat dasar/fisiologis)
sampai yang paling tinggi
(aktualisasi diri). Hierarchy of
needs (hirarki kebutuhan)
dari Maslow menyatakan
bahwa manusia memiliki 5
macam kebutuhan yaitu
physiological needs
(kebutuhan fisiologis), safety
and security needs
(kebutuhan akan rasa aman),
love and belonging needs
(kebutuhan akan rasa kasih
sayang dan rasa memiliki),
esteem needs (kebutuhan
akan harga diri), dan self-
actualization (kebutuhan
akan aktualisasi diri).
Kebutuhan fisiologis
(Physiological)
Jenis kebutuhan ini
berhubungan dengan
pemenuhan kebutuhan dasar
semua manusia seperti,
makan, minum, menghirup
udara, dan sebagainya.
Termasuk juga kebutuhan
untuk istirahat, buang air
besar atau kecil, menghindari
rasa sakit, dan seks.
Jika kebutuhan dasar ini tidak
terpenuhi, maka tubuh akan
menjadi rentan terhadap
penyakit, terasa lemah, tidak
fit, sehingga proses untuk
memenuhi kebutuhan
selanjutnya dapat terhambat.
Hal ini juga berlaku pada
setiap jenis kebutuhan
lainnya, yaitu jika terdapat
kebutuhan yang tidak
terpenuhi, maka akan sulit
untuk memenuhi kebutuhan
yang lebih tinggi.
Kebutuhan rasa aman dan
perlindungan (Safety and
security needs)
Ketika kebutuhan fisiologis
seseorang telah terpenuhi
secara layak, kebutuhan akan
rasa aman mulai muncul.
Keadaan aman, stabilitas,
proteksi dan keteraturan
akan menjadi kebutuhan
yang meningkat. Jika tidak
terpenuhi, maka akan timbul
rasa cemas dan takut
sehingga dapat menghambat
pemenuhan kebutuhan
lainnya
Kebutuhan akan rasa kasih
sayang dan rasa memiliki
(love and Belonging needs)
Ketika seseorang merasa
bahwa kedua jenis
kebutuhan di atas terpenuhi,
maka akan mulai timbul
kebutuhan akan rasa kasih
sayang dan rasa memiliki. Hal
ini dapat terlihat dalam usaha
seseorang untuk mencari dan
mendapatkan teman, kekasih,
anak, atau bahkan keinginan
untuk menjadi bagian dari
suatu komunitas tertentu
seperti tim sepakbola, klub
peminatan dan seterusnya.
Jika tidak terpenuhi, maka
perasaan kesepian akan
timbul.
Kebutuhan akan harga diri
(esteem needs)
Kemudian, setelah ketiga
kebutuhan di atas terpenuhi,
akan timbul kebutuhan akan
harga diri. Menurut Maslow,
terdapat dua jenis, yaitu
lower one dan higher one.
Lower one berkaitan dengan
kebutuhan seperti status,
atensi, dan reputasi.
Sedangkan higher one
berkaitan dengan kebutuhan
akan kepercayaan diri,
kompetensi, prestasi,
kemandirian, dan kebebasan.
Jika kebutuhan ini tidak
terpenuhi, maka dapat timbul
perasaan rendah diri dan
inferior.
Kebutuhan aktualisasi diri
(Self Actualization)
Kebutuhan terakhir menurut
hirarki kebutuhan Maslow
adalah kebutuhan akan
aktualisasi diri. Jenis
kebutuhan ini berkaitan erat
dengan keinginan untuk
mewujudkan dan
mengembangkan potensi
diri. Menurut Abraham
Maslow, kepribadian bisa
mencapai peringkat teratas
ketika kebutuhan-kebutuhan
primer ini banyak mengalami
interaksi satu dengan yang
lain, dan dengan aktualisasi
diri seseorang akan bisa
memanfaatkan faktor
potensialnya secara
sempurna.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s